Kamis, 02 Mei 2019

Skripsi Achmad Dimyati BAB 3

Tidak ada komentar:

BAB III
METODE PENELITIAN

A.  Pendekatan dan Jenis Penelitian
Berdasarkan pada judul yang ada, yaitu Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa Di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan ini merupakan sebuah penelitian yang bersifat mengungkap suatu peristiwa ataupun kejadian pada subjek peneliti, yaitu Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa Di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan dalam rangka membentuk Akhlak Siswa agar bisa berakhlak yang baik, serta kendala atau hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Oleh karena itu untuk memahami fenomena secara menyeluruh tentunya harus memahami segenap konteks dan melakukan analisa yang holistik, penjabarannya dengan dideskriptifkan, maka dalam penulisan skripsi ini pendekatan yang dipakai adalah pendekatan Penelitian Kualitatif.
Menurut Prof. Lexy J. Meleong, M.A ciri-ciri pendekatan kualitatif ada sebelas:[69]
1.    Menggunakan latar ilmiah.
2.    Manusia sebagai alat (instrument).
3.    Menggunakan metode kualitatif.
4.    Analisis data secara induktif.

5.    Teori dari dasar (grounded theory).
6.    Bersifat deskriptif.
7.    Lebih mementingkan proses dari pada hasil.
8.    Adanya batas yang ditentukan oleh fokus.
9.    Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.
10.     Desain yang bersifat sementara.
11.     Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, definisi dari penelitian kualitatif menurut Lexy j. Moeleong adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh objek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.[70]
Dalam buku yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.[71]
Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kasus (case study) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu, ditinjau dari wilayahnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang sempit.[72] Akan tetapi ditinjau dari sifat penelitian, penelitian kasus lebih mendalam dan objeknya adalah SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan. Adapun tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat, karakter yang khas dari kasus ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifat-sifat khas diatas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum.
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha memahami bagaimana strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan Akhlakul Karimah siswa di SMP Negeri 1 Pandaan.

B.  Kehadiran Peneliti
Dalam kehadiran penelitian kualitatif, maka peneliti hadir sesuai dengan jadwal  yang telah disepakati bersama antara peneliti dan subjek penelitian. Kehadiran di SMP Negeri 1 Pandaan pun dilakukan untuk mendapatkan data, juga dilakukan tanya jawab serta wawancara terhadap pihak yang berkaitan. Sebagai pewawancara peneliti akan mewawancarai kepala sekolah, WAKA Kurikulum dan Guru Pendidikan Agama Islam khususnya sebagai tujuan utama. Sebagai pengamat (observer), peneliti mengamati strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah di sekolahan tersebut. Jadi, selama penelitian ini dilakukan peneliti bertindak sebagai observer, pengumpul data, penganalisis data dan sekaligus pelapor hasil penelitian. Dalam penelitian kualitatif, kedudukan peneliti adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan akhirnya pelapor hasil penelitian.[73]

C.  Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti melakukan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dan berkaitan dengan masalah. Agar data yang diperoleh lebih akurat, maka penulis memilih sekaligus menetapkan tempat yang memungkinkan dalam upaya menggali keterangan atau data yang dibutuhkan dengan pertimbangan agar dapat memperoleh kemudahan dalam pengambilan data yang sesuai dengan tema dalam penelitian.
Adapun lokasi dalam penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan, dimana lokasi sekolahan tersebut sangat strategis yaitu terletak di jalan Raya Kebonwaris 17 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dan lokasinya sebelah utara berbatasan dengan kecamatan gempol dan beji sebagai sentra industri, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan bangil dan rembang sebagai sentra industri dan perdagangan, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan sukorejo sebagai sentra pariwisata dan agraris, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan prigen sebagai sentra pariwisata. Karena dari segi transportasi pun tidak sulit karena berada di sebelah jalan raya bangil-pandaan. Peneliti memilih lokasi penelitian disekolah ini karena banyak sekali kegiatan pembinaan akhlakul karimah siswa yang terjadi di sekolah tersebut, sehingga sangat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh peneliti.
D.   Data dan Sumber Data
Sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan, maka perlu ditentukan sumber data yang akan dijadikan sebagai bahan laporan, sehingga penelitian akan lebih mudah untuk mengetahui masalah yang akan diteliti. Adapun sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informan. Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.[74] Dalam penelitian ini yang peneliti jadikan informan adalah kepala sekolah, dan Guru Pendidikan Agama Islam, dan WAKA Kurikulum.

E.  Prosedur Pengumpulan Data
1.    Sumber Data
a.    Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan atau diolah oleh organisasi yang menerbitkannya. Data primer ini adalah data yang banyak digunakan, dan merupakan salah satu ciri penelitian kualitatif. Data ini diperoleh dari atau brsumber dari informasi, dimana kepala sekolah maupun guru sebagai sumber informasinya. Data diperoleh dari wawancara terbuka dan mendalam yang berpedoman pada daftar yang sudah disiapkan.
Data primer ini adalah data yang banyak digunakan, dan merupakan salah satu ciri penelitian kualitatif. Data ini diperoleh dari atau bersumber dari informasi. Data primer dalam penelitian ini meliputi:
1)   Strategi guru PAI dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa
2)   Faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlak
3)    Sarana dan prasarana
b.    Data Sekunder
Data Sekunder, yaitu data yang diterbitkan oleh organisasi yang buka merupakan pengolahannya. Data sekunder ini digunakan sebagai data pendukung dari data primer. Data ini didapat atau diperoleh dari dokumen-dokumen sekolah tentang strategi guru PAI dalam pembinaan Akhlakul Karimah Siswa dan literature-literature yang berhubungan dengan masalah penelitian ini.
Sedangkan data sekunder merupakan data suplemen yang meliputi :
1)   Sejarah pertumbuhan dan perkembangan SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan
2)   Struktur organisasi SMP Negeri 1 Pandaan kabupaten Pasuruan
3)   Denah lokasi SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan
4)   Beberapa dokumen yang relefan dengan kegiatan pengembangan pendidikan agama islam.
Sumber data dalam penelitian ini adalah ucapan dan tindakan melalui wawancara dan pengamatan langsung pada objek, informan kunci (key informan) dan selebihnya dari dokumen-dokumen yang relefan dengan fokus masalah yang di teliti.
2.    Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini tidak terlepas dari adanya instrument atau alat bantu untuk mengumpulkan data, yaitu pedoman observasi yang berupa daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diselidiki, sehingga peneliti adalah instrumen kunci, yang sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpul data, dan akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian yang dibantu alat pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Adanya pedoman tersebut peneliti gunakan untuk meneliti keadaan objek penelitian.[75]
3.    Teknik Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data adalah segala macam kegiatan yang digunakan dalam rangka melakukan kegiatan pengumpulan informasi yang diperlukan dalam penelitian.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilakukan apabila hubungan baik dengan informan terjalin dengan baik, dalam hal ini hubungan peneliti dengan informan sudah terjalin dengan baik, karena berada di lapangan, keakraban dengan pihak yang diteliti diupayakan selalu terpelihara, mereka tidak dipandang sebagai objek yang berkedudukan yang lebih rendah, melainkan sebagai manusia yang setara, apndangan dan tafsiran informan diutamakan tanpa mendesakkan pandangan peneliti. Ada beberapa macam metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Metode Observasi
Pengamatan mengoptimalkan meningkatkan kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tak sadar, kebiasaan dan sebagainya. Pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat dunia sebagaimana dilihat oleh subjek penelitian, hidup pada saat itu, menangkap arti fenomena dari segi pengertian subjek, menangkap kehidupan budaya dari segi pandangan dan anutan para subjek pada keadaan waktu itu. Pengamatan memungkinkan peneliti merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti menjadi sumber data. Pengamatan memungkinkan pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama, baik dari pihaknya maupun dari pihak subjek.[76]
Observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan penelitian ini adalah observasi secara langsung terhadap objek yang akan diteliti, dalam hal ini yang diamati adalah lokasi atau letak penelitian, sarana prasarana, dan perilaku akhlakul karimah yang dikembangkan.
b.   Metode Wawancara (Interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Maksud mengadakan wawancara, seperti ditegaskan oleh Lincoln dan Guba, antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motovasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain kebulatan. Merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu. Memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang. Memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun bukan manusia (trianggulasi) dan memverifikasi, mengubah, dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.[77]
Metode ini penulis gunakan untuk menanyakan serangkaian pertanyaan yang sudah tersusun secara global yang kemudian diperdalam secara lebih lanjut. Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan data tentang, perilaku akhlakul karimah yang dikembangkan, pendekatan dan langkah-langkah yang dikembangkan guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah siswa serta faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlakul karimah siswa. Dalam penelitian ini yang peneliti jadikan informan adalah kepala sekolah, WAKA Kurikulum dan Guru Agama Islam sebagai informan utama.
c.    Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis, metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Metode ini lebih mudah dibandingkan dengan metode pengumpulan data yang lain. Metode ini merupakan suatu cara atau teknik memperoleh data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk mendokumentasi tentang administrasi kegiatan sekolah, serta memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, struktur organisasi, sarana prasarana, jumlah guru dan siswa di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan.

F.   Analisis Data
Analisis data menurut patton adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.[78] Sedangkan menurut Moleong, pekerjaan menganalisis data adalah suatu kegiatan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode dan mengkatagorikan dengan tujuan menemukan tema dan hipotesis kerja.[79]
Adapun teknik analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik analisa data kualitatif deskriptif dan analisa reflektif yaitu analisa yang berpedoman pada cara berfikir yang merupakan kombinasi antara berfikir induksi dan deduksi, serta untuk menjawab adanya pertanyaan bagaimana dan apa saja. Dalam penelitian ini penganalisaan dilakukan mulai dari proses pengumpulan data secara keseluruhan, selanjutnya dilakukan pengecekan kembali dan mencocokkan data yang diperoleh, disistimatiskan, diinterpretasi secara logis demi keakuratan data yang diperoleh.
Analisis data ini juga dilakukan secara berulang-ulang (cyclical) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dirumuskan dalam penelitian ini. Dengan demikian, secara teoritis analisis dan pengumpulan data dilaksanakan secara berulang-ulang guna memecahkan masalah.
Data yang diperoleh kemudian dianalisa, analisa dalam penelitian ini akan dilakukan sejak dan setelah proses pengumpulan data. Hasil dari wawancara dan catatan lapangan akan dipaparkan secara tertulis sesuai dengan kategorisasi yang telah ditetapkan dan kemudian dianalisa. Dalam analisa pengumpulan data ini peneliti menggunakan:
1.    Observasi terus menerus
Observasi terus menerus yaitu mengadakan observasi terus menerus terhadap subyek penelitian untuk memahami gejala lebih mendalam pada proses yang terjadi di SMP Negeri 1 Pandaan.
2.    Reduksi Data
Data yang diperoleh peneliti dilapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi direduksi dengan cara merangkum, memilih dan memfokuskan data pada hal-hal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pada tahap ini peneliti melakukan reduksi data dengan cara memilah-milah, mengkategorikan, dan membuat abstrak dari catatan yang diperoleh dari lapangan, wawancara dan dokumentasi.
3.    Penyajian Data
Penyajian data dilakukan setelah data tersebut selesai dirangkum atau direduksi, diklasifikasikan berdasarkan kelompok-kelompok masalah yang diteliti, sehingga memungkinkan adanya penarikan kesimpulan atau verifikasi. Data yang disusun secara sistematis dikelompokkan berdasarkan permasalahannya, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan mengenai strategi guru PAI dalam pembinaan akhlakul karimah siswa di SMP Negeri 1 Pandaan.


4.    Mengambil Kesimpulan
Peneliti dalam tahap ini menarik kesimpulan berdasarkan tema untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan. Kesimpulan ini kemudian di verifikasi selama penelitian berlangsung hingga mencapai kesimpulan yang lebih mendalam.
Beberapa komponen analisa tersebut dalam proses dan saling berkaitan, sehingga menentukan hasil akhir dari penelitian data yang disajikan secara sistematis berdasarkan tema-tema yang dirumuskan. Jadi, tugas peneliti berikutnya setelah data terkumpul, yaitu melakukan pelacakan terhadao transkip-transkip hasil wawancara, observasi dan dokumen sehingga dapat diketahui dan ditelaah mana yang harus ditampilkan dan mana yang tidak perlu ditampilkan sehingga dapat ditetapkan suatu kesimpulan.

G. Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut.[80]
Teknik trianggulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan sumber lainnya, adapun pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan trianggulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.[81]
 Menurut Susan Stainback menyatakan bahwa tujuan dari trianggulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.[82]

H.  Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berkenaan dengan proses pelaksanaan penelitian, menurut Moleong tahap penelitian tersebut meliputi antara lain tahap pra-penelitian, tahap penelitian, tahap pasca-penelitian.[83]
1.    Tahap Pra-Penelitian
Pra-penelitian adalah tahap sebelum berada di lapangan, pada tahap sebelum pra-penelitian ini dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain: mencari permasalahan penelitian melalui bahan-bahan tertulis, kegiatan-kegiatan ilmiah dan non ilmiah dan pengamatan atau yang kemudian merumuskan permasalahan yang bersifat tentatife dalam bentuk konsep awal, berdiskusi dengan orang-orang tertentu yang dianggap memiliki pengetahuan tentang permasalahan yang ada, menyusun sebuah konsep ide pokok penelitian, berkonsultasi dengan pembimbing untuk mendapatkan persetujuan, menyusun proposal penelitian yang lengkap, perbaikan hasil konsultasi, serta menyiapkan surat izin penelitian.
2.    Tahap Penelitian
Penelitian adalah tahap yang sesungguhnya, selama berada dilapangan, pada tahap penelitian ini dilakukan kegiatan antara lain menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti surat izin penelitian, perlengkapan alat tulis, dan alat perekam lainnya, berkonsultasi dengan pihak sekolah untuk mendapatkan rekomendasi penelitian, mengumpulkan data atau informasi yang terkait dengan fokus penelitian, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, menganalisis data, pembuatan draf awal konsep hasil penelitian.
3.    Tahap Pasca-Penelitian
Pasca penelitian adalah tahap sesudah kembali dari lapangan, pada tahap pasca-penelitian ini dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain menyusun konsep laporan penelitian, berkonsultasi dengan dosen pembimbing, penyelesaian laporan penelitian, perbaikan hasil konsultasi, pengurusan kelengkapan persyaratan ujian akhir dan melakukan revisi seperlunya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tahap-tahap dalam penelitian ini adalah berbentuk uruta atau berjenjang yakni dimulai pada tahap pra-penelitian, tahap penelitian, tahap pasca-penelitian. Namun walaupun demikian sifat dari kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut tidaklah bersifat ketat, melainkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak. Mengapa bisa demikian? Karena seperti telah dikemukakan di atas bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran objek, sehingga setelah diteliti menjadi jelas, kesimpulan ini dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, maupun hipotesis atau teori.


[69] Lexy Meleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:PT Remaja Rosda karya, 2014), hlm 8
[70] Ibid, hlm 6
[71] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, (Bandung: CV Alvabeta, 2015), hlm. 9
[72] Suharsimi arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm 245
[73] Lexy Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2014), hlm 155
[74] Ibid, hlm 157
[75] Moh Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003). Hlm. 87
[76] Lexy Moleong, Op. Cit., hal 175
[77] Ibid., hal 186
[78] Lexy Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2014), hlm 103
[79] Ibid, hlm 99
[80] Lexy Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2014), hlm 330
[81] Ibid, hlm 330
[82] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, (Bandung: CV Alvabeta, 2015), hlm 241
[83] Ibid, hlm 85

Tidak ada komentar:

Posting Komentar