BAB III
METODE
PENELITIAN
A.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Berdasarkan pada
judul yang ada, yaitu Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa
Di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan ini merupakan sebuah penelitian yang
bersifat mengungkap suatu peristiwa ataupun kejadian pada subjek peneliti,
yaitu Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah
Siswa Di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan dalam rangka membentuk Akhlak
Siswa agar bisa berakhlak yang baik, serta kendala atau hambatan yang dihadapi
dalam pelaksanaanya. Oleh karena itu untuk memahami fenomena secara menyeluruh
tentunya harus memahami segenap konteks dan melakukan analisa yang holistik,
penjabarannya dengan dideskriptifkan, maka dalam penulisan skripsi ini
pendekatan yang dipakai adalah pendekatan Penelitian Kualitatif.
1.
Menggunakan latar ilmiah.
2.
Manusia sebagai alat (instrument).
3.
Menggunakan metode kualitatif.
4.
Analisis data secara induktif.
5.
Teori dari dasar (grounded theory).
6.
Bersifat deskriptif.
7.
Lebih mementingkan proses dari pada hasil.
8.
Adanya batas yang ditentukan oleh fokus.
9.
Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.
10.
Desain yang bersifat sementara.
11.
Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, definisi dari
penelitian kualitatif menurut Lexy j. Moeleong adalah penelitian yang dimaksud
untuk memahami fenomena yang dialami oleh objek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
tindakan, dll., secara holistik, dan
dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks
khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.[70]
Dalam buku yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif, Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti
pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana
peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan
secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan
hasil kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.[71]
Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kasus (case
study) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan
mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu, ditinjau dari
wilayahnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang
sempit.[72]
Akan tetapi ditinjau dari sifat penelitian, penelitian kasus lebih mendalam dan
objeknya adalah SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan. Adapun tujuan studi
kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang,
sifat-sifat, karakter yang khas dari kasus ataupun status dari individu, yang
kemudian dari sifat-sifat khas diatas akan dijadikan suatu hal yang bersifat
umum.
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha memahami bagaimana strategi
Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan Akhlakul Karimah siswa di SMP
Negeri 1 Pandaan.
B. Kehadiran
Peneliti
Dalam kehadiran penelitian kualitatif, maka peneliti hadir sesuai
dengan jadwal yang telah disepakati
bersama antara peneliti dan subjek penelitian. Kehadiran di SMP Negeri 1
Pandaan pun dilakukan untuk mendapatkan data, juga dilakukan tanya jawab serta
wawancara terhadap pihak yang berkaitan. Sebagai pewawancara peneliti akan
mewawancarai kepala sekolah, WAKA Kurikulum dan
Guru Pendidikan Agama Islam khususnya sebagai tujuan utama. Sebagai pengamat (observer),
peneliti mengamati strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah di
sekolahan tersebut. Jadi, selama penelitian ini dilakukan peneliti bertindak
sebagai observer, pengumpul data, penganalisis data dan sekaligus pelapor hasil
penelitian. Dalam penelitian kualitatif, kedudukan peneliti adalah sebagai
perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan akhirnya
pelapor hasil penelitian.[73]
C.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana
peneliti melakukan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dan
berkaitan dengan masalah. Agar data yang diperoleh lebih akurat, maka penulis
memilih sekaligus menetapkan tempat yang memungkinkan dalam upaya menggali
keterangan atau data yang dibutuhkan dengan pertimbangan agar dapat memperoleh
kemudahan dalam pengambilan data yang sesuai dengan tema dalam penelitian.
Adapun lokasi dalam penelitian ini bertempat
di SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan, dimana lokasi sekolahan tersebut
sangat strategis yaitu terletak di jalan Raya Kebonwaris 17 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dan lokasinya sebelah utara
berbatasan dengan kecamatan gempol dan beji sebagai sentra industri, sebelah
timur berbatasan dengan kecamatan bangil dan rembang sebagai sentra industri
dan perdagangan, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan sukorejo sebagai
sentra pariwisata dan agraris, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan prigen
sebagai sentra pariwisata. Karena dari segi transportasi pun tidak sulit karena
berada di sebelah jalan raya bangil-pandaan. Peneliti memilih lokasi penelitian
disekolah ini karena banyak sekali kegiatan pembinaan akhlakul karimah siswa
yang terjadi di sekolah tersebut, sehingga sangat sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh peneliti.
D.
Data dan Sumber Data
Sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan, maka
perlu ditentukan sumber data yang akan dijadikan sebagai bahan laporan,
sehingga penelitian akan lebih mudah untuk mengetahui masalah yang akan
diteliti. Adapun sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informan.
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang
situasi dan kondisi latar penelitian.[74]
Dalam penelitian ini yang peneliti jadikan informan adalah kepala sekolah, dan
Guru Pendidikan Agama Islam, dan WAKA Kurikulum.
E.
Prosedur Pengumpulan Data
1.
Sumber Data
a. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan atau
diolah oleh organisasi yang menerbitkannya. Data primer ini adalah data yang
banyak digunakan, dan merupakan salah satu ciri penelitian kualitatif. Data ini
diperoleh dari atau brsumber dari informasi, dimana kepala sekolah maupun guru
sebagai sumber informasinya. Data diperoleh dari wawancara terbuka dan mendalam
yang berpedoman pada daftar yang sudah disiapkan.
Data primer ini adalah data yang banyak
digunakan, dan merupakan salah satu ciri penelitian kualitatif. Data ini
diperoleh dari atau bersumber dari informasi. Data primer dalam penelitian ini
meliputi:
1) Strategi guru PAI dalam Pembinaan Akhlakul
Karimah Siswa
2) Faktor pendukung dan penghambat pembinaan
akhlak
3) Sarana
dan prasarana
b. Data Sekunder
Data Sekunder, yaitu data yang diterbitkan
oleh organisasi yang buka merupakan pengolahannya. Data sekunder ini digunakan
sebagai data pendukung dari data primer. Data ini didapat atau diperoleh dari
dokumen-dokumen sekolah tentang strategi guru PAI dalam pembinaan Akhlakul
Karimah Siswa dan literature-literature
yang berhubungan dengan masalah penelitian ini.
Sedangkan data sekunder merupakan data
suplemen yang meliputi :
1) Sejarah pertumbuhan dan perkembangan SMP
Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan
2) Struktur organisasi SMP Negeri 1 Pandaan
kabupaten Pasuruan
3) Denah lokasi SMP Negeri 1 Pandaan Kabupaten
Pasuruan
4) Beberapa dokumen yang relefan dengan kegiatan
pengembangan pendidikan agama islam.
Sumber data dalam penelitian ini adalah ucapan
dan tindakan melalui wawancara dan pengamatan langsung pada objek, informan
kunci (key informan) dan selebihnya
dari dokumen-dokumen yang relefan dengan fokus masalah yang di teliti.
2.
Instrumen
Penelitian
Dalam penelitian ini tidak terlepas dari
adanya instrument atau alat bantu untuk mengumpulkan data, yaitu pedoman
observasi yang berupa daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan
diselidiki, sehingga peneliti adalah instrumen kunci, yang sekaligus merupakan
perencana, pelaksana pengumpul data, dan akhirnya menjadi pelapor hasil
penelitian yang dibantu alat pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman
dokumentasi. Adanya pedoman tersebut peneliti gunakan untuk meneliti keadaan
objek penelitian.[75]
3.
Teknik Pengumpulan
Data
Prosedur pengumpulan data adalah segala macam
kegiatan yang digunakan dalam rangka melakukan kegiatan pengumpulan informasi
yang diperlukan dalam penelitian.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dapat
dilakukan apabila hubungan baik dengan informan terjalin dengan baik, dalam hal
ini hubungan peneliti dengan informan sudah terjalin dengan baik, karena berada
di lapangan, keakraban dengan pihak yang diteliti diupayakan selalu
terpelihara, mereka tidak dipandang sebagai objek yang berkedudukan yang lebih
rendah, melainkan sebagai manusia yang setara, apndangan dan tafsiran informan
diutamakan tanpa mendesakkan pandangan peneliti. Ada beberapa macam metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Metode Observasi
Pengamatan mengoptimalkan meningkatkan
kemampuan peneliti dari segi motif, kepercayaan, perhatian, perilaku tak sadar,
kebiasaan dan sebagainya. Pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat dunia
sebagaimana dilihat oleh subjek penelitian, hidup pada saat itu, menangkap arti
fenomena dari segi pengertian subjek, menangkap kehidupan budaya dari segi
pandangan dan anutan para subjek pada keadaan waktu itu. Pengamatan
memungkinkan peneliti merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh subjek
sehingga memungkinkan pula peneliti menjadi sumber data. Pengamatan
memungkinkan pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama, baik dari pihaknya
maupun dari pihak subjek.[76]
Observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam
kegiatan penelitian ini adalah observasi secara langsung terhadap objek yang
akan diteliti, dalam hal ini yang diamati adalah lokasi atau letak penelitian,
sarana prasarana, dan perilaku akhlakul
karimah yang dikembangkan.
b.
Metode Wawancara (Interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud
tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer)
yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang
memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Maksud mengadakan wawancara, seperti
ditegaskan oleh Lincoln dan Guba, antara lain: mengkonstruksi mengenai orang,
kejadian, organisasi, perasaan, motovasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain
kebulatan. Merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami
masa lalu. Memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang diharapkan untuk
dialami pada masa yang akan datang. Memverifikasi, mengubah dan memperluas
informasi yang diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun bukan manusia (trianggulasi)
dan memverifikasi, mengubah, dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh
peneliti sebagai pengecekan anggota.[77]
Metode ini penulis gunakan untuk menanyakan
serangkaian pertanyaan yang sudah tersusun secara global yang kemudian
diperdalam secara lebih lanjut. Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan
data tentang, perilaku akhlakul
karimah yang dikembangkan, pendekatan dan langkah-langkah yang
dikembangkan guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah siswa serta faktor pendukung dan
penghambat pembinaan akhlakul karimah siswa. Dalam penelitian ini yang
peneliti jadikan informan adalah kepala sekolah, WAKA Kurikulum dan Guru Agama
Islam sebagai informan utama.
c.
Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi berasal dari kata dokumen
yang artinya barang-barang tertulis, metode dokumentasi berarti cara
mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Metode ini lebih
mudah dibandingkan dengan metode pengumpulan data yang lain. Metode ini
merupakan suatu cara atau teknik memperoleh data mengenai hal-hal atau variabel
yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen
rapat, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk mendokumentasi tentang
administrasi kegiatan sekolah, serta memperoleh data tentang sejarah berdirinya
sekolah, struktur organisasi, sarana prasarana, jumlah guru dan siswa di SMP
Negeri 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan.
F.
Analisis Data
Analisis data menurut patton adalah proses
mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan
satuan uraian dasar.[78]
Sedangkan menurut Moleong, pekerjaan menganalisis data adalah suatu kegiatan
mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode dan mengkatagorikan dengan
tujuan menemukan tema dan hipotesis kerja.[79]
Adapun teknik analisa yang dipakai dalam
penelitian ini adalah teknik analisa data kualitatif deskriptif dan analisa
reflektif yaitu analisa yang berpedoman pada cara berfikir yang merupakan
kombinasi antara berfikir induksi dan deduksi, serta untuk menjawab adanya
pertanyaan bagaimana dan apa saja. Dalam penelitian ini penganalisaan dilakukan
mulai dari proses pengumpulan data secara keseluruhan, selanjutnya dilakukan
pengecekan kembali dan mencocokkan data yang diperoleh, disistimatiskan,
diinterpretasi secara logis demi keakuratan data yang diperoleh.
Analisis data ini juga dilakukan secara
berulang-ulang (cyclical) untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan dirumuskan dalam penelitian ini. Dengan
demikian, secara teoritis analisis dan pengumpulan data dilaksanakan secara
berulang-ulang guna memecahkan masalah.
Data yang diperoleh kemudian dianalisa,
analisa dalam penelitian ini akan dilakukan sejak dan setelah proses
pengumpulan data. Hasil dari wawancara dan catatan lapangan akan dipaparkan
secara tertulis sesuai dengan kategorisasi yang telah ditetapkan dan kemudian
dianalisa. Dalam analisa pengumpulan data ini peneliti menggunakan:
1. Observasi terus menerus
Observasi terus menerus yaitu mengadakan
observasi terus menerus terhadap subyek penelitian untuk memahami gejala lebih
mendalam pada proses yang terjadi di SMP Negeri 1 Pandaan.
2. Reduksi Data
Data yang diperoleh peneliti dilapangan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi direduksi dengan cara merangkum,
memilih dan memfokuskan data pada hal-hal yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Pada tahap ini peneliti melakukan reduksi data dengan cara memilah-milah,
mengkategorikan, dan membuat abstrak dari catatan yang diperoleh dari lapangan,
wawancara dan dokumentasi.
3. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan setelah data tersebut
selesai dirangkum atau direduksi, diklasifikasikan berdasarkan
kelompok-kelompok masalah yang diteliti, sehingga memungkinkan adanya penarikan
kesimpulan atau verifikasi. Data yang disusun secara sistematis dikelompokkan
berdasarkan permasalahannya, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan
mengenai strategi guru PAI dalam pembinaan akhlakul karimah siswa di SMP Negeri
1 Pandaan.
4. Mengambil Kesimpulan
Peneliti dalam tahap ini menarik kesimpulan
berdasarkan tema untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan. Kesimpulan
ini kemudian di verifikasi selama penelitian berlangsung hingga mencapai
kesimpulan yang lebih mendalam.
Beberapa komponen analisa tersebut dalam
proses dan saling berkaitan, sehingga menentukan hasil akhir dari penelitian
data yang disajikan secara sistematis berdasarkan tema-tema yang dirumuskan.
Jadi, tugas peneliti berikutnya setelah data terkumpul, yaitu melakukan
pelacakan terhadao transkip-transkip hasil wawancara, observasi dan dokumen
sehingga dapat diketahui dan ditelaah mana yang harus ditampilkan dan mana yang
tidak perlu ditampilkan sehingga dapat ditetapkan suatu kesimpulan.
G.
Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik trianggulasi yang
digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain
diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data
tersebut.[80]
Teknik trianggulasi
yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan sumber lainnya, adapun
pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan trianggulasi sumber, yaitu membandingkan
dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui
waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.[81]
Menurut Susan Stainback menyatakan bahwa tujuan dari trianggulasi bukan untuk mencari
kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman
peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.[82]
H.
Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah berkenaan dengan proses pelaksanaan penelitian, menurut Moleong tahap
penelitian tersebut meliputi antara lain tahap pra-penelitian, tahap
penelitian, tahap pasca-penelitian.[83]
1.
Tahap Pra-Penelitian
Pra-penelitian adalah tahap sebelum berada di
lapangan, pada tahap sebelum pra-penelitian ini dilakukan kegiatan-kegiatan
antara lain: mencari permasalahan penelitian melalui bahan-bahan tertulis,
kegiatan-kegiatan ilmiah dan non ilmiah dan pengamatan atau yang kemudian
merumuskan permasalahan yang bersifat tentatife
dalam bentuk konsep awal, berdiskusi dengan orang-orang tertentu yang
dianggap memiliki pengetahuan tentang permasalahan yang ada, menyusun sebuah
konsep ide pokok penelitian, berkonsultasi dengan pembimbing untuk mendapatkan
persetujuan, menyusun proposal penelitian yang lengkap, perbaikan hasil
konsultasi, serta menyiapkan surat izin penelitian.
2.
Tahap Penelitian
Penelitian adalah tahap yang sesungguhnya,
selama berada dilapangan, pada tahap penelitian ini dilakukan kegiatan antara
lain menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti surat izin penelitian,
perlengkapan alat tulis, dan alat perekam lainnya, berkonsultasi dengan pihak
sekolah untuk mendapatkan rekomendasi penelitian, mengumpulkan data atau
informasi yang terkait dengan fokus penelitian, berkonsultasi dengan dosen
pembimbing, menganalisis data, pembuatan draf awal konsep hasil penelitian.
3.
Tahap Pasca-Penelitian
Pasca penelitian adalah tahap sesudah kembali
dari lapangan, pada tahap pasca-penelitian ini dilakukan kegiatan-kegiatan
antara lain menyusun konsep laporan penelitian, berkonsultasi dengan dosen
pembimbing, penyelesaian laporan penelitian, perbaikan hasil konsultasi, pengurusan
kelengkapan persyaratan ujian akhir dan melakukan revisi seperlunya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
tahap-tahap dalam penelitian ini adalah berbentuk uruta atau berjenjang yakni
dimulai pada tahap pra-penelitian, tahap penelitian, tahap pasca-penelitian.
Namun walaupun demikian sifat dari kegiatan yang dilakukan pada masing-masing
tahapan tersebut tidaklah bersifat ketat, melainkan sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada.
Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan
pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat
peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan
merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian
kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal,
tetapi mungkin juga tidak. Mengapa bisa demikian? Karena seperti telah
dikemukakan di atas bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian
kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada
di lapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan
baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau
gambaran objek, sehingga setelah diteliti menjadi jelas, kesimpulan ini dapat
berupa hubungan kausal atau interaktif, maupun hipotesis atau teori.
[71] Sugiyono, Metode
Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, (Bandung: CV Alvabeta, 2015), hlm. 9
[72] Suharsimi arikunto, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hlm 245
[82] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif
dan R&D, (Bandung: CV Alvabeta, 2015), hlm 241
Tidak ada komentar:
Posting Komentar